BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Manusia adalah makhluk social yang tidak dapat hidup
sendiri. Dalam hidup, manusia selalau berinteraksi dengan sesama serta dengan
lingkungan. Manusia hidup berkelompok baik dalam kelompok besar maupun dalam
kelompok kecil. Hidup dalam kelompok tidak mudah. Untuk menciptakan kondisi
kehidupan yang harmonis anggota kelompok haruslah saling menghormati &
menghargai. Keteraturan hidup perlu selalu dijaga. Hidup yang teratur adalah
impian setiap insane.
Dalam suatu organisasi selalu melibatkan beberapa orang yang saling
berinteraksi secara intensif. Interaksi tersebut disusun dalam suatu struktur
yang dapat membantu dalam usaha pencapaian tujuan bersama. Agar pelaksanaan
kerja dalam organisasi dapat berjalan sebagaimana mestinya maka dibutuhkan
sumber seperti perlengkapan, metode kerja, bahan baku, dan lain-lain. Usaha
untuk mengatur dan mengarahkan sumber daya ini disebut dengan manajemen.
Sedangkan inti dari manajemen adalah kepemimpinan (leadership) (Siagian, 1980) paya
membangun keefektifan pemimpin terletak semata pada pembekalan dimensi
keterampilan teknis dan keterampilan konseptual. Adapun keterampilan personal
menjadi terpinggirkan. Padahal sejatinya efektifitas kegiatan manajerial dan
pengaruhnya pada kinerja organisasi, sangat bergantung pada kepekaan pimpinan
untuk menggunakan keterampilan personalnya. Keterampilan personal tersebut
meliputi kemampuan untuk memahami perilaku individu dan perilaku kelompok dalam
kontribusinya membentuk dinamika organisasi, kemampuan melakukan modifikasi
perilaku, kemampuan memahami dan memberi motivasi, kemampuan memahami proses
persepsi dan pembentukan komunikasi yang efektif, kemampuan memahami relasi
antar konsep kepemimpinan-kekuasaan-politik dalam organisasi, kemampuan memahami
genealogi konflik dan negosiasinya, serta kemampuan mengkonstruksikan budaya
organisasi yang ideal.
1.2
Rumusan Masalah
Pada makalah ini penulis akan
membahas masalah :
1. Peran kepemimpinan
2. Hakekat
pengambilan keputusan
3. Peran kepemimpinan dalam pengambilan
keputusan
1.3 Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini adalah
sebagai berikut :
1. Untuk
mengetahui peran kepemimpinan
2. Untuk mengetahui hakekat dalam pengambilan
keputusan
3. Untuk mengetahui peran kepemimpinan dalam
pengambilan keputusan
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Peran Kepemimpinan
Kepemimpinan
dapat diartikan sebagai kemampuan untuk mengarahkan pengikut-pengikutnya untuk
bekerja sama dengan kepercayaan serta tekun mengerjakan tugas-tugas yang
diberikan oleh pimpinan mereka. Kepemimpinan dapat juga
di artikan sebagai kemampuan seseorang mempengaruhi dan
memotivasi orang lain untuk melakukan sesuatu sesuai tujuan bersama. Dengan arti lain Kepemimpinan adalah
proses mempengaruhi aktivitas-aktivitas sebuah kelompok yang diorganisasi ke
arah pencapaian tujuan. Dalam pengertian lain kepemimpinan adalah kemampuan dan
keterampilan seseorang yang menduduki jabatan sebagai pimpinan satuan kerja
untuk mempengaruhi orang lain, terutama bawahannya, untuk berfikir dan
bertindak sedemikian rupa sehingga melalui perilaku yang positif ia memberikan
sumbangan nyata dalam encapaian tujuan organisasi. Sedangkan pengertian
peran adalah perilaku yang diatur dan diharapkan dari seseorang dalam posisi
tertentu. Jadi dari keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa peranan
kepemimpinan adalah seperangkat perilaku yang diharapkan dilakukan oleh
seseorang sesuai kedudukannya sebagai seorang pemimpin. Beberapa
peran/fungsi kepemimpinan adalah sebagai berikut:
1. Fungsi Perencanaan
Seorang pemimpin perlu membuat
perencanaan yang menyeluruh bagi organisasi dan bagi diri sendiri selaku
penanggung jawab tercapainya tujuan organisasi.
Manfaat – manfaat tersebut antara lain:
a. Perencanaan
merupakan hasil pemikiran dan analisa situasi dalam pekerjaanuntuk memutuskan
apa yang akan dilakukan
b. Perencanaan berarti pemikiran jauh ke depan
disertai keputusan – keputusan yang berdasarkan atas fakta – fakta yang
diketahui
c. Perencanaan
berarti proyeksi atau penempatan diri ke situasi pekerjaan yang akan dilakukan
dan tujuan atau target yang akan dicapai.
Perencanaan meliputi dua hal,
yaitu:
a. Perencanaan
tidak tertulis yang akan digunakan dalam jangka pendek, pada keadaan darurat, dan kegiatan yang bersifat terus
menerus.
b. Perencanaan tertulis yang akan digunakan untuk
menentukan kegiatan – kegiatan yang akan dilakukan atas dasar jangka panjang
dan penentukan prosedur – prosedur yang diperlukan.
Setiap rencana yang baik akan berisi:
a. Maksud dan tujuan yang tetap dan dapat
dipahami
b. Penggunaan
sumber – sumber enam M secara tepat
c. Cara
dan prosedur untuk mencapai tujuan tersebut
2. Fungsi memandang ke depan
Seorang
pemimpin yang senantiasa memandang ke depan berarti akan mampu mendorong apa
yang akan terjadi serta selalu waspada terhadap kemungkinan. Hal ini memberikan
jaminan bahwa jalannya proses pekerjaan ke arah yang dituju akan dapat
berlangusng terus menerus tanpa mengalami hambatan dan penyimpangan yang
merugikan. Oleh sebab seorang pemimpin harus peka terhadap perkembangan situasi
baik di dalam maupun diluar organisasi sehingga mampu mendeteksi
hambatan-hambatan yang muncul, baik yang kecil maupun yang besar.
3. Fungsi pengembangan loyalitas
Pengembangan
kesetiaan ini tidak saja diantara pengikut, tetapi juga unutk para pemimpin
tingkat rendah dan menengah dalam organisai. Untuk mencapai kesetiaan ini,
seseorang pemimpin sendiri harus memberi teladan baik dalam pemikiran,
kata-kata, maupun tingkah laku sehari – hari yang menunjukkan kepada anak
buahnya pemimpin sendiri tidak pernah mengingkari dan menyeleweng dari loyalitas
segala sesuatu tidak akan dapat berjalan sebagaimana mestinya.
4. Fungsi Pengawasan
Fungsi
pengawasan merupakan fungsi pemimpin untuk senantiasa meneliti kemampuan
pelaksanaan rencana. Dengan adanya pengawasan maka hambatan – hambatan dapat
segera diketemukan, untuk dipecahkan sehingga semua kegiatan kembali
berlangsung menurut rel yang elah ditetapkan dalam rencana .
5. Fungsi mengambil keputusan
Pengambilan
keputusan merupakan fungsi kepemimpinan yang tidak mudah dilakukan. Oleh sebab
itu banyak pemimpin yang menunda untuk melakukan pengambilan keputusan. Bahkan
ada pemimpin yang kurang berani mengambil keputusan. Metode pengambilan
keputusan dapat dilakukan secara individu, kelompok tim atau panitia, dewan,
komisi, referendum, mengajukan usul tertulis dan lain sebagainya.
6 . Fungsi memberi motivasi
Seorang
pemipin perlu selalu bersikap penuh perhatian terhadap anak buahnya. Pemimpin
harus dapat memberi semangat, membesarkan hati, mempengaruhi anak buahnya agar
rajinbekerja dan menunjukkan prestasi yang baik terhadap organisasi yang
dipimpinnya. Pemberian anugerah yang berupa ganjaran, hadiah, piujian atau
ucapan terima kasih sangat diperlukan oleh anak buah sebab mereka merasa bahwa
hasil jerih payahnya diperhatikan dan dihargai oleh pemimpinnya.
Di
lain pihak, seorang pemimpin harus berani dan mampu mengambil tindakan terhadap
anak buahnya yang menyeleweng, yang malas dan yang telah berbuat salah sehingga
merugikan organisasi, dengan jalan memberi celaan, teguran, dan hukuman yang setimpal
dengan kesalahannya. Untuk melaksanakan fungsi fungsi ini sebaik- baiknya,
seorang pemimpin perlu menyelenggarakan daftar kecakapan dan kelakuan baik bagi
semua pegawai sehingga tercatat semua hadiah maupun hukuman yang telah
diberikan kepada merek
2.2 Hakekat Pengambilan Keputusan
Pengambilan keputusan adalah tindakan pemilihan alternatif.
Hal ini berkaitan
dengan fungsi manajemen.. Misalnya, saat manajer merencanakan, mengelola,
mengontrol, mereka membuat keputusan. Akan tetapi, ahli teori klasik tidak
menjelaskan pengambilan keputusan tersebut secara umum. Pelopor teori manajemen
seperti Fayol dan Urwick membahas pengambilan keputusan mengenai pengaruhnya
pada delegasi dan otoritas, sementara bapak manajemen-Frederick W. Taylor-
hanya menyinggung metode ilmiah sebagai pendekatan untuk pengambilan keputusan.
Seperti kebanyakan aspek teori organisasi modern, analisis awal pengambilan
keputusan dapat ditelusuri pada Chester Barnard. Dalam The Functions of the
Exec Barnard memberikan analisis komprehensif mengenai pengambilan keputusan
menyatakan "Proses keputusan ... merupakan teknik untuk mempersempit
pilihan."
Kebanyakan
pembahasan proses pengambilan keputusan terbagi dalam beberapa langkah. Hal ini
dapat ditelusuri dari ide yang dikembangkan Herbert A. Simon, ahli teori
kepufusan dan organisasi yang memenangkan hadiah Nobel, yang
mengonseptualisasikan tiga tahap utama dalam proses pengambilan keputusan:
1.
Aktivitas inteligensi. Berasal dari pengertian
militer "intelligence," Simon mendeskripsikan tahap awal ini sebagai
penelusuran kondisi lingkungan yang memerlukan pengambilan keputusan.
2. Aktivitas desain. Selama tahap kedua, mungkin
terjadi tindakan penemuan, pengembangan, dan analisis masalah.
3. Aktivitas memilih. Tahap ketiga dan terakhir ini
merupakan pilihan sebenarnya-memilih tindakan tertentu dari yang tersedia
Berhubungan
dengan tahap-tahap tersebut, tetapi lebih empiris (yaitu, menelusuri keputusan
sebenarnya dalam organisasi), adalah langkah pengambilan keputusan menurut
Mintzberg dan koleganya:
1.
Tahap identifikasi, di mana pengenalan
masalah atau kesempatan muncul dan diagnosis dibuat. Diketahui bahwa masalah
yang berat mendapatkan diagnosis yang ekstensif dan sistematis, tetapi masalah
yang sederhana tidak.
2. Tahap pengembangan, di mana terdapat pencarian
prosedur atau solusi standar yang ada untuk mendesain solusi yang baru.
Diketahui bahwa proses desain merupakan proses pencarian dan percobaan di mana
pembuat keputusan hanya mempunyai ide solusi ideal yang tidak jelas.
3.
Tahap seleksi, di mana pilihan solusi dibuat. Ada
tiga cara pembentukan seleksi: dengan penilainn pembuat keputusan, berdasarkan
pengalaman atau intuisi, bukan analisis logis; dengan analisis alternatif yang
logis dan sistematis; dan dengan tawar-menawar saat seleksi melibatkan kelompok
pembuat keputusan dan semua manuver politik yang ada. Sekali keputusan diterima
secara formal, otorisasi pun kemudian dibuat.
2.3 Peran Kepemimpinan Dalam Pengambilan
Keputusan
Kepemimpinan seseorang dalam sebuah organisasi sangat besar
perannya dalam setiap pengambilan keputusan, sehingga membuat keputusan dan
mengambil tanggung jawab terhadap hasilnya adalah salah satu tugas pemimpin.
Sehingga jika seorang pemimpin tidak mampu membuat keputusan, seharusnya dia tidak
dapat menjadi pemimpin.
Dilain hal, pengambilan keputusan dalam tinjauan perilaku
mencerminkan karakter bagi seorang pemimpin. Oleh sebab itu, untuk mengetahui
baik tidaknya keputusan yang diambil bukan hanya dinilai dari konsekuensi yang
ditimbulkannya. Melainkan melalui berbagai pertimbangan dalam prosesnya.
Kegiatan pengambilan keputusan merupakan salah satu bentuk kepemimpinan
Dalam
pelaksanaannya, pengambilan keputusan dapat dilihat dari beberapa aspek, yaitu:
proses dan gaya pengambilan keputusan
1. Proses pengambilan keputusan
Prosesnya dilakukan melalui beberapa
tahapan seperti:
a. Identifikasi
masalah
b. Mendefinisikan masalah
c. Memformulasikan
dan mengembangkan alternative
d. Implementasi
keputusan
e. Evaluasi keputusan
2. Proses pengambilan keputusan
Selain proses pengambilan keputusan, terdapat juga gaya
pengambilan keputusan. Gaya adalah lear habit atau kebiasaan yang dipelajari.
Gaya
pengambilan keputusan merupakan kuadran yang dibatasi oleh dimensi:
1. Cara
berpikir, terdiri dari:
a. Logis dan rasional; mengolah informasi
secara serial
b. Intuitif dan kreatif; memahami sesuatu
secara keseluruhan.
2. Toleransi
terhadap ambiguitas
a. Kebutuhan yang tinggi untuk menstruktur
informasi dengan cara meminimalkan ambiguitas
b. Kebutuhan yang rendah untuk menstruktur
informasi, sehingga dapat memproses banyak pemikiran pada saat yang sama.
Pengambilan
keputusan merupakan fungsi kepemimpinan yang tidak mudah dilakukan. Oleh sebab
itu banyak pemimpin yang menunda untuk melakukan pengambilan keputusan. Bahkan
ada pemimpin yang kurang berani mengambil keputusan. Metode pengambilan
keputusan dapat dilakukan secara individu, kelompok tim atau panitia, dewan,
komisi, referendum, mengajukan usul tertulis dan lain sebagainya.
Dalam
setiap pengambilan keputusan selalu diperlukan kombinasi yang sebaik-baiknya
dari :
a. Perasaan, firasat atau intuisi
b. Pengumpulan,
pengolahan, penilaian dan interpretasi fakta-fakta secara rasional –
sistematis.
c. Pengalaman
baik yang langusng maupun tidak langsung.
d. Wewenang
formal yang dimiliki oleh pengambil keputusan.
Dalam
pengambilan keputusan seorang pemimpin dapat menggunakan metode – metode
sebagai berikut:
a. Keputusan–keputusan yang sifatnya sederhana
individual artinya secara sendirian.
b. Keputusan–keputusan
yang sifatnya seragam dan diberikan secara terus menerus dapat diserahkan kepada orang – orang yang terlatih
khusus untuk itu atau dilakukan dengan menggunakan komputer.
c. Keputusan–keputusan
yang bersifat rumit dan kompleks dalam arti menjadi tanggung jawab masyarkat
lebih baik diambil secara kelompok atau majelis.
Keputusan-keputusan
yang bersifat rumit dan kompleks sebab masalahnya menyangkut perhitungan–perhitungan
secara teknis agar diambil dengan bantuan seorang ahli dalam bidang yang akan
diambil keputusannya.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Kepemimpinan
dapat diartikan sebagai kemampuan untuk mengarahkan pengikut-pengikutnya untuk
bekerja sama dengan kepercayaan serta tekun mengerjakan tugas-tugas yang
diberikan oleh pimpinan mereka. Kepemimpinan dapat juga
di artikan sebagai kemampuan seseorang mempengaruhi dan
memotivasi orang lain untuk melakukan sesuatu sesuai tujuan bersama.
Dalam kehidupan sehari – hari, baik di lingkungan keluarga, organisasi,
perusahaan sampai dengan pemerintahan sering kita dengar sebutan pemimpin, kepemimpinan
serta kekuasaan. Ketiga kata tersebut memang memiliki hubungan yang berkaitan
satu dengan lainnya.Pemimpin berarti orang yang melaksanakan kepemimpinan
tersebut.
Seorang pemimpin harus mengerti tentang teori kepemimpinan agar nantinya
mempunyai referensi dalam menjalankan sebuah organisasi.Gaya
Kepemimpinan yang diterapkan tentu berbeda-beda seperti gaya yang
otoriter,demokratis dan lain-lain.
Pemimpin bukan sekedar gelar atau jabatan yang diberikan dari luar
melainkan sesuatu yang tumbuh dan berkembang dari dalam diri seseorang.
3.2 Saran
Adapun saran yang dapat kami berikan adalah sebagai berikut.
1. Melalui
pembahasan kepemimpinan ini, diharapkan mahasiswa memahami arti kepemimpinan.
2. Mahasiswa
diharapkan memahami tentang arti kepemimpinan,pemimpin dan kekuasaan
3. Mahasiswa diharapkan memahami dan
menerapkan bagaimana menjadi seorang pemimpin
yang ideal dan yang di harapkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar