KATA
PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. karena berkat rahmat dan karunia-Nya penyusun dapat menyelesaikan makalah ini. Makalah ini merupakan salah satu tugas mata kuliah Diskusi Manajemen Pemasaran pada Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi (STIE_66 KENDARI)
Penyusun menyadari bahwa di dalam penyusunan makalah ini masih belum sempurna, baik dalam segi materi maupun tata bahasa yang penyusun pergunakan.oleh karena itu penyusun mengharapkan saran dan kritik dari semua pihak yang bersifat konstruktif untuk penyusunan makalah pada masa yang akan datang.
Akhirnya, semoga makalah yang telah disusun ini dapat bermanfaat bagi kita semua pada umumnya, dan bagi penyusun pada khususnya..Amiin.
KENDARI . 25 JULI 2013
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan
Pembahasan
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
2.2
Menilai Kebutuhan Informasi
2.3
Mengembangkan Informasi
2.4 Mendistribusikan
Informasi
2.5 Komponen Sistem Informasi Pemasaran
2.6 Evolusi Konsep Sistem Informasi Pemasaran
2.7 Sistem
Informasi Fungsional Mencerminkan Sistem Fisik
Perusahaan
BAB III KESIMPULAN
DAN SARAN
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Informasi adalah bahan dasar
pengambilan keputusan dalam kegiatan pemasaran. Informasi bagi usaha kecil
dikelola dengan mudah, sederhana dan informal, sehingga usaha kecil sering
tidak memiliki unit kerja yang mengelola informasi bagi dalam pengumpulan,
pengolahan maupun distribusi. Bagi usaha atau perusahaan besar sekelas IBM, Airbus,
Coca Cola, aktivitas ini akan dilakukan dengan baik. Semakin besar dan komplek
perusahaan ditambah dengan meningkatnya persaingan dan perubahan lingkungan,
semakin meningkatkan kebutuhan sistem informasi yang lebih formal dan
sistematis.
Pada makalah ini, kita akan menyuguhkan sistem
informasi pemasaran, yaitu sustu sistem pengelolaan informasi yang digunakan
untuk kepentingan pemasaran. Sistem ini bisanya secara lengkap diterapkan pada
perusahaan yang besar.
1.2 Rumusan
Masalah
Dalam makalah ini terdapat butir-butir bahasan yang
mempermasalahkan:
a. Apa pengertian dari informasi dan
sistem informasi pemasaran ?
b. Bagaimana
menilai Kebutuhan Informasi?
c. Bagaimana
Mengembangkan Informasi?
d. Bagaimana
Mendistribusikan Informasi?
e. Apa saja Komponen
Sistem Informasi Pemasaran?
f. Bagaimana
Evolusi
Konsep Sistem Informasi Pemasaran?
1.3 Tujuan
Permasalahan
·
Menjelaskan
arti penting informasi bagi perusahaan dan pemahamannya tentang pasar
·
Menjelaskan
cara perusahaan menganalisis dan mendistribusikan informasi pemasaran
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Pengertian
Informasi merupakan sumber
daya yang sangat penting, sama pentingnya dengan sumberdaya-sumberdaya yang
lain, bahkan saat ini informasi menjadi lebih penting. Marion Herper mengatakan
“Mengelola bisnis dengan baik adalah dengan mengelola masa depannya dan
mengelola masa depannya adalah mengelola informasi”.
Sistem informasi pemasaran merupakan suatu sistem
berbasis komputer yang bekerja sama dengan sistem informasi fungsional lain
untuk mendukung manajemen perusahaan dalam menyelesaikan masalah yang
berhubungan dengan pemasaran
produk perusahaan”
Sistem informasi pemasaran (marketing information
systems)adalah suatu sistem yang menyediakan informasi untuk penjualan,
promosi penjualan, kegiatan-kegiatan pemasaran, kegiatan-kegiatan penelitian
pasar dan lain sebagainya yang berhubungan dengan pemasaran.
Jika didefinisikan dalam arti yang luas, sistem
informasi pemasaran adalah kegiatan perseorangan dan organisasi yang memudahkan
dan mempercepat hubungan pertukaran yang memuaskan dalam lingkungan yang
dinamis melalui penciptaan pendistribusian promosi dan penentuan harga barang
jasa dan gagasan. Sistem informasi pemasaran selalu digunakan oleh bagian pemasaran
dalam sebuah perusahaan untuk memasarkan produk-produk perusahaan tersebut.
Sistem informasi ini merupakan gabungan dari keputusan yang berkaitan dengan:
ü Produk
ü Tempat
ü Promosi
ü Harga produk
Sistem informasi pemasaran dapat juga diartikan
sebagai suatu struktur yang berkesinambungan dan saling berinteraksi dari
orang-orang, peralatan dan prosedur untuk mengumpulkan, mensortir,
menganalisis, mengevaluasi dan mendistribusikan informasi yang dibutuhkan,
secara tepat waktu, dan akurat kepada pengambil keputusan dalam bidang
pemasaran.
2.2 Menilai Kebutuhan Informasi
Sistem Informasi Pemasaran (SIP) yang dirancang dengan
baik mampu memenuhi informasi apa yang para manajer ingin memilikinya, apa yang
sesungguhnya mereka butuhkan dan dapat menangani,dan apa yang patut untuk
ditawarkan. Perusahaan yang bersangkutan mulai dengan mewawancarai para manajer
untuk mengetahui informasi apa yang mereka ingin memilikinya. Akan tetapi,
manajer tidak selalu membutuhkan semua informasi yang mereka minta, dan mungkin
pula mereka tidak meminta semua informasi yang sesungguhnya mereka butuhkan.
Kadang kala SIP tidak dapat menyediakan semua informasi yang diperlukan oleh manajer.
Dengan teknologi informasi yang paling
mutakhir,kebanyakan perusahaan dapat menyediakan lebih banyak informasi dan
informasi yng semakin lebih kompleks bila dibandingkan dengan yang secara
realistik dapat digunakan oleh para manajer.
Manajer mungkin perlu memperkenalkan suatu produk baru
pada tahun yang akan datang, oleh karena manajer tersebut tidak mengetahui
produk baru itu.tidak ada dalam pikirannya untuk menanyakan hal tersebut.
SIP harus memperhatikan lingkungan pemasaran dan
menyediakan informasi bagi para pengambilan keputusan berupa informasi yang
mereka harus miliki untuk mengambil keputusan-keputusan kunci dalam pemasaran.
Sistem informasi pemasaran yang baik menyeimbangkan
informasi yang diinginkan oleh manajer dengan apa yang sebenarnya mereka
butuhkan dan apa yang layak untuk ditawarkan. SIP harus mengamati lingkungan
pemasaran agar dapat menyediakan, bagi pengambil keputusan, informasi yang
harus mereka ketahui untuk mengambil keputusan penting dalam bidang,pemasaran.
2.3 Mengembangkan Informasi
Informasi yang dibutuhkan oleh manajer pemasaran dapat
diperoleh dari catatan internal perusahaan, pengetahuan pemasaran, dan riset
pemasaran. Sistem analisis informasi kemudian memproses informasi ini untuk
membuatnya lebih bermanfaat bagi manjer.
Catatan Internal
Kebanyakan manajer pemasaran menggunakan catatan dan
laporan internal secara teratur, terutama untuk mengambil keputusan
perencanaan, implementasi dan pengendalian tugas sehari-hari.
Informasi catatan internal terdiri dari informasi yang
dikumpulkan dari sumber di dalam perusahaan untuk mengevaluasi kinerja
pemasaran dan untuk mengetahui masalah serta pemasaran.
Pengetahuan Pemasaran
Pengetahuan pemasaran adalah informasi sehari-hari
mengenai perkembangan dilingkungan pemasaran yang membantu manajer menyiapkan
dan menyesuaikan rencana pemasaran. Sistem pengetahuan pemasaran menetapkan
pengetahuan apa yang dibutuhklan, mengumpulkannya dengan mencari dalam
lingkungan, dan menyampaikan kepada manajer.
Riset Pemasaran
Riset pemasaran sebagai fungsi yang menghubungkan
pemasar dengan konsumen, pelanggan, dan publik lewat informasi. Informasi itu
dipergunakan untuk mengetahui dan menentukan peluang serta masalah pemasaran,
untuk menghasilkan, mempertajam, dan mengevaluasi tindakan pemasaran, untuk
memantau kinerja pemasaran dan memperbaiki pemahaman mengenai proses pemasaran.
Peneliti pemasaran terlibat dalam berbagai macam
aktivitas, dari telaah potensi pasar dan pangsa pasar, untuk menilai kepuasan
pelanggan dan tingkah laku membeli, untuk mempelajari aktivitas penetapan
harga, produk, distribusi, dan promosi.
Analisis informasi
Informasi yang dikumpulkan oleh sistem pengetahuan
pemasaran dan riset pemasran sering kali perlu dianalisis lebih lanjut dan
kadang-kadang manajer memerlukan bantuan lebih lanjut untuk menerapkan
informasi tadi pada masalah dan keputusan pemasaran.
Analisis informasi mungkin juga mencakup koleksi model
matematika yang akan membantu pemasar mengambil keputusan lebih baik. Setisp
model mewakili beberapa sistem, proses, atau hasil yang sebenarnya. Semua model
ini dapat membantu menjawab pertanyaan mengenai apa yang terjadi kalau
dan mana yang terbaik.
2.4 Mendistribusikan Informasi
Informasi pemasaran tidak mempunyai nilai sampai
manajer menggunakannya untuk mengambil keputusan pemasaran yang lebih baik.
Informasi dikumpulkan lewat pengetahuan pemasaran dan riset pemasaran harus
didistribusikan kepada manajer pemasaran yang tepat, pada saat yang tepat.
Perkembangan dalam teknologi informasi menyebabkan
revolusi dalam distribusi informasi. Dengan kemajuan dalam komputer, perangkat
lunak, dan telekomunikasi baru-baru ini, sebagian besar perusahaan melakukan
desentralisasi sistem informasi pemasaran.
SIP tersebut bermula dan berakhir dengan penggunaan
informasi. Mula-mula SIP berinteraksi dengan manajer pemasaran untuk menilai
informasi yang mereka butuhkan. Kemudian SIP mengembangkan informasi yang
dibutuhkan itu dari catatan-catatan intern
perusahaan-perusahaan,kegiatan-kegiatan intelijen pemasaran, serta proses riset
pemasaran. Analisis informasi,mengevaluasi dan mengolah informasi tersebut
untuk membuatnya lebih bermanfaat.
2.5 Komponen
Sistem Informasi Pemasaran
Sistem informasi pemasaran mempunyai komponen yang
sama dengan sistem informasi secara umum, yaitu komponen-komponen input, model,
output, basis data, teknologi dan kontrol. Perbedaan komponen-komponen ini
antar sistem-sistem informasi lainnya adalah konteks letak dari sistem
informasinya. Misalnya untuk Sistem informasi pemasaran ini, maka komponen
inputnya adalah input tentang data pemasaran dan outputnya adalah
laporan-laporan berisi informasi pemasaran.
Komponen Input Pemasaran
Menyediakan catatan penjualan yang terinci, yang dapat
menjadi dasar untuk Pembuatan Laporan. Digunakan untuk aplikasi pengolahan
data. Data digunakan untuk menyediakan informasi dalam bentuk Laporan Khusus
dan Laporan Periodik atau Model Matematika.
Subsistem penelitian pemasaran merupakan sistem yang
berhubungan dengan pengumpulan, pencatatan dan analisis data pelanggan dan
calon pelanggan dan calon pelanggan. Manajer pemasaran dapat mengunakan
penelitian pemasaran untuk mengumpulkan segala jenis informasi tetapi sebagian
besar kegiatan ditujukan pada pelanggan dan calon pelanggan :
Data primer
dan sekunder
Data primer adalah data yang dikumpulkan perusahaan.
Sedangkan data sekunder adalah data yang dikumpulkan oleh orang lain. Teknik
yang digunakan dalam pengumpulan data primer adalah wawancara mendalam,
pengamatan dan pengujian terkendali. Beberapa data skunder harus dibeli dan
sering tersedia dalam bentuk pita magnetik atau disket untuk memudahkan
pemasukan kedalam CBIS data sekunder yang lain seperti tersedia diperpustakan.
Mengumpulkan data dan informasi mengenai pesaing
perusahaan. Tiap area fungsional bertanggung jawab untuk menghubungkan
perusahaan dengan elemen-elemen tertentu dilingkungan pemsaran yang memliki
tanggung jawab utama pada pelanggan dan pesaing. Seperti area fungsional
lainnya, pemasran juga memiliki tanggung jawab pada pemerintah dan komunitas
global. Pemasaran tidak bertanggung jawab untuk membuat arus keluar bagi
pesaing tetapi membuat arus masuk. Tugas-tugas dasar Intelijen :
Ø Mengumpulkan data, terdiri dari data
primer dan data sekunder.
Ø Mengevaluasi data, baik data primer dan data
sekunder diperiksa untuk memastikan
keakuratannya.
Ø Manganalisis data, tujuannya mengubah data
menjadi informasi.
Ø Menyimpan informasi / intelijen.
Ø Menyebarkan informasi / intelijen.
Sistem informasi pemasaran mengumpulkan data yang
menjelaskan transaksi pemasaran perusahaan. Subsistem intelejen pemasaran
mengumpulkan informasi dari lingkungan perusahaan yang berkaitan dengan operasi
pemasaran. Subsistem peneliti pemasaran menlakukan penelitian khusus mengenai
operasi pemasaran.
Komponen Model Pemasaran
Model digunakan untuk menghasilkan informasi yang
relevan yang sesuai dengan kebutuhan pemakai sistemnya. Model merupakan cetakan
yang merubah bentuk input menjadi output. Model di sistem informasi pemasaran
banyak digunakan untuk menghasilkan laporan keperluan anggaran operasi,
strategi penentuan harga produk, evaluasi produk baru, pemilihan lokasi
fasilitas, evaluasi penghapusan produk lama,penunjukan salesman, penentuan rute
pengiriman yang paling optimal, pemilihan media iklan yang paling efektif dan
untuk persetujuan kredit.
Komponen Basis Data Pemasaran
Data yang digunakan oleh Subsistem out put berasal
dari data base. Beberapa data dalam data base adalah unik bagi fungsi
pemasaran, tapi banyak yang berbagi dengan area fungsional lain.
Komponen Output Pemasaran
Tiap Subsistem out put menyediakan informasi tentang
Subsistem itu sebagai bagian dari bauran. Subsistem produk menyediakan
informasi tentang produk perusahaan. Subsistem promosi menyediakan informasi
tentang kegiatan periklana perusahaan dan penjualan langsung. Subsistem harga
membantu manajer untuk membuat keputusan harga.
Subsistem produk berguna untuk membuat rencana produk
baru. Semua software yang menginformasikan manajer mengenai produk tersebut.
Tugas manajer pemasaran adalah mengembangkan strategi dan taktik untuk tiap
unsur bauran pemasaran dan kemudian mengintegrasikannya menjadi suatu rencana pemasaran
yang menyeluruh. Suatu kerangka kerja yang disebut siklus hidup produk
mengarahkan manajer dalam membuat keputusan, mulai dari menelusuri penjualan
suatu produk sampai dengan memastikan apakah produk tersebut diterima dipasaran
atau tidak.
o Siklus hidup
produk
Tugas manajer pemasaran adalah mengembangkan strategi
dan taktik untuk tiap unsur dalam bauran pemasaraan dan kemudian
mengintegrasikan menjadi suatu rencana pemasaran yang menyeluruh. Suatu
kerangka kerja yang disebut siklus hidup produk mengarahkan manajer dalam
membuat keputusan-keputusan ini seperti arti namanya siklus hidup produk.
o Model
evaluasi produk baru
Keputusan untuk mengembangkan produk baru harus
dipertimbangkan secara matang dan dengan dasar keuangan yang baik dan dibuat oleh
eksekutif. Perusahaan yang memperkenalkan banyak produk baru mengembangkan
suatu prosedur formal yang mempertimbangkan faktor-faktor seperti potensi
tingkat keuntungan dan efisiensi penggunaan sumber daya.
Pengambilan keputusan terhadap penentuan tempat yang
sesuai dengan pelemparan produk yang dihasilkan sangat menentukan tingkat
penjualan produk. Untuk itu, posisi subsistem ini sangat vital dalam
keberadaanya. Berbagai saluran distribusi digunakan perusahaan untuk
menyalurkan produknya ke konsumen.
Subsistem promosi berfungsi untuk melakukan analisis
terhadap promosi yg dilakukan untuk meningkatkan penjualan. Memberitahukan
manajer mengenai penjualan langsung dan periklanan.
Subsistem harga berfungsi untuk membantu menetapkan
harga terhadap produk yg dihasilkan.
o Penetuan
harga berdasarkan biaya
Beberapa perusahaan menggunakan penentuan harga
berdasarkan biaya dengan menentukan biaya-biaya mereka dan menambahkan markup
yang diinginkan. Jika perusahaan memilki SIA yang baik, tersedia data biaya
yang akurat mambuat tugas Subsistem harga menjadi mudah untuk mendukung
penentuan harga berdasarkan biaya.
o Penentuan
harga berdasarkan permintaan
Kebijakan harga yang kurang berhati-hati adalah
penentuan harga berdasarkan permintaan yang menetapkan harga sesuai dengan
nilai yang ditempatkan oleh konsumen terhadap produk. Kunci pendekatan ini
adalah memperkirakan permintaan dengan tepat. Ini memerlukan pemahaman yang
baik tentang konsumen serta pasar, termasuk keadaan ekonomi dan persaingan.
Memungkinkan manajer mengembangkan strategi pemasaran.
Para Pemakai Sistem Informasi
Pemasaran:
|
SUBSISTEM
|
|||||
|
PEMAKAI
|
PRODUK
|
TEMPAT
|
PROMOSI
|
HARGA
|
PADUAN
|
|
Wa.Pres.Dir.
Pemasaran
|
X
|
X
|
X
|
X
|
X
|
|
Ekesekutif
Lain
|
X
|
X
|
X
|
X
|
X
|
|
Manajer
Merk
|
X
|
X
|
X
|
X
|
X
|
|
Manajer
Penjualan
|
X
|
X
|
|||
|
Manajer
Iklan
|
X
|
X
|
|||
|
Mnj. Riset
Pemasaran
|
X
|
X
|
X
|
X
|
X
|
|
Mnj.
Pemasaran Produk
|
X
|
||||
|
Mnj.
Distribusi Fisik
|
X
|
||||
|
Manajer
Lain
|
X
|
X
|
X
|
X
|
X
|
2.6 Evolusi
Konsep Sistem Informasi Pemasaran
Pada tahun 1966 profesor Philip Kotler dari
Northwestern university menggunakan istilah pusat syaraf pemasaran (marketing
nerve center). Ia mengidentifikasikan tiga jenis informasi pemasaran :
Intelijen pemasaran (marketing intelligence) informasi
yang mengalir keperusahaan dari lingkungan.
Informasi pemasaran intern (internal marketing
information) informasi yang dikumpulkan dalam peruasahaan.
Komunikasi pemasaran (marketing Communication)
informasi yang mengalir keluar kelingkungan.
2.7 Sistem Informasi Fungsional Mencerminkan
Sistem Fisik Perusahaan
BAB III
KESIMPULAN
DAN SARAN
3.1
Kesimpulan
Sistem Informasi Pemasaran mencakup
subsistem-subsistem input yang mengumpulkan data bagi database. Dua dari sistem
ini menyediakan informasi mengenai elemen-elemen lingkungan yang terlibat dalam
strategi kualitas.
Subsistem penelitian pemasaran (Marketing Research Subsystem)
Subsistem ini mengumpulkan informasi mengenai keinginan dan kebutuhan pelanggan melalui teknik-teknik seperti wawancara langsung, survei melalui telpon, dan observasi. Dengan melaksanakan penelitian pemasaran, perusahaan mengidentifikasi produk dan jasa yang dibutuhkan dan tingkat kualitasnya.
Subsistem inteligen pemasaran (Marketing intellegence subsystem)
Subsistem ini mengumpulkan informasi mengenai para pesaing perusahaan. Sebagian besar informasi ini dapat diperoleh dengan berlangganan database komersial.
SIP adalah komponen kunci dari manajemen kualitas. SIP memungkinkan perusahaan bukan hanya menentukan produk dan jasa yang ditawarkan, tetapi juga menetapkan kualitas pada tingkat yang tepat.
Subsistem penelitian pemasaran (Marketing Research Subsystem)
Subsistem ini mengumpulkan informasi mengenai keinginan dan kebutuhan pelanggan melalui teknik-teknik seperti wawancara langsung, survei melalui telpon, dan observasi. Dengan melaksanakan penelitian pemasaran, perusahaan mengidentifikasi produk dan jasa yang dibutuhkan dan tingkat kualitasnya.
Subsistem inteligen pemasaran (Marketing intellegence subsystem)
Subsistem ini mengumpulkan informasi mengenai para pesaing perusahaan. Sebagian besar informasi ini dapat diperoleh dengan berlangganan database komersial.
SIP adalah komponen kunci dari manajemen kualitas. SIP memungkinkan perusahaan bukan hanya menentukan produk dan jasa yang ditawarkan, tetapi juga menetapkan kualitas pada tingkat yang tepat.
3.2 Saran
Bagi perusahaan yang telah memenuhi standar kelayakan
untuk usaha, setidaknya dapat memberikan asumsi yang berbeda bagi pihak-pihak
intern maupun ekstern dalam mengelola dan menyajikan informasi pemasaran yang
akurat dan mampu dipertanggungjawabkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar